REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Senator AS memperingatkan Pentagon agar membatalkan kontrak dengan perusahaan Rusia, Rabu (14/3). Kontrak senilai hampir satu miliar dolar AS itu berisi pembelian helikopter untuk keperluan di Afghanistan.
Para senator juga menyuarakan kemarahannya terhadap Rusia yang terus memasok senjata ke Suriah. "Tidak seharusnya para wajib pajak AS diposisikan sebagai pihak yang secara tidak langsung membiayai pembunuhan massal di Suriah," kata 17 senator dalam suratnya kepada Menteri Pertahanan Leon Panetta.
AS berencana membeli 21 helikopter Mi-17 dari perusahaan Rusia Rosoboronexport pada 2016. Nilai total kontrak tersebut hingga 2016 adalah 375 juta dolar AS. Ada juga dana cadangan sebesar 550 juta dolar AS.
Rusia telah menolak menghentikan pengiriman senjata ke Suriah. Negara komunis tersebut juga memberikan dukungan diplomatik terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad.
Para senator mengatakan Rosoboronexport mengirim senjata ke Suriah. Senjata tersebut digunakan pasukan Suriah untuk melawan oposisi di Kota Homs.
Belum lama ini aktivis mengatakan sebanyak 47 perempuan dan anak-anak terbunuh di Homs. Selama satu bulan terakhir, 700 orang di wilayah Baba Amro telah terbunuh.
"Kami memperingatkan agar kita semua menggunakan pengaruh untuk menekan Rusia," ujar para senator kepada AFP, seperti dikutip dari laman al-Arabiya, Rabu (14/3).