REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Perang berkepanjangan di Afghanistan menyebabkan anak-anak di Afghanistan tidak pernah mendapatkan hiburan. Namun pada Rabu kemarin anak-anak di Kabul, Afghanistan mendapat kesempatan langka untuk menghibur diri mereka dengan menonton permainan ketangkasan tangan, akrobat dan aksi udara.
Anak-anak yang berasal dari berbagai suku berkumpul di ruang konser sekolah menengah untuk menikmati penampilan sirkus bersama teman sebaya untuk merayakan datangnya tahun baru.
"Ini sangat menakjubkan, saya dapat menampilkan berbagai macam trik hari ini dan membiarkan anak-anak menyaksikan permainan ketangkasanan tangan secara langsung di sini," ujar Mujtaba Madadi, seorang pemain sirkus berusia 14 tahun. "Ini adalah keinginan kuat saya untuk tampil dalam acara sirkus yang menyenangkan seperti ini, untuk membuat anak-anak bergembira dan membiarkan mereka menikmati hidup dan melupakan sejenak penderitaan mereka di masa lalu."
Penampilan itu diselenggarakan oleh lembaga swadaya masyarakat Afgan Mobile Mini Circus for Children (MMCC) untuk menyambut Tahun Baru atau Nawroz yang jatuh pada 20 Maret. Anak-anak dalam balutan baju warna-warni semangat melakukan berbagai gerakan.
Melakukan akrobat, permainan ketangkasan tangan dengan mengunakan piring kayu berwarna merah muda, mengendarai sepeda roda satu, penampilan badut yang diiringi dengan musik dan lagu Afghanistan di panggung yang mempesona penonton di sekolah menengah Istiqlal High di pusat kota Kabul.
Sementara itu ada sekelompok remaja yang terdiri dari belasan anak perempuan mendapatkan tepuk tangan setelah pertunjukan mereka.
Hal seperti itu tidak pernah terpikirkan sepuluh tahun yang lalu, saat Taliban berkuasa. Militan Taliban yang digulingkan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat pada akhir 2001, melarang segala bentuk hiburan termasuk musik dan membatasi perempuan keluar dari rumah.
"Beberapa tahun yang lalu, saat saya melihat sirkus untuk pertama kali, saya berharap saya dapat menghadirikan penampilan seperti itu di sekolah dan melakukan berbagai pertunjukan. Hari ini, saya membuat hal itu terjadi," kata Madadi.