Sabtu 17 Mar 2012 06:14 WIB

Israel Terus Menggempur, Palestina Berusaha Membalas

Jet tempur Israel melancarkan empat serangan udara ke Jalur Gaza
Foto: irib
Jet tempur Israel melancarkan empat serangan udara ke Jalur Gaza

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM---Meski ada perjanjian gencatan senjata, ternyata aksi menyerang Israel dan Palestina tak kunjung berhenti.Setelah dibombardir Israel, pejuang Palestina berusaha keras untuk membalas.

Namun, seperti diungkap militer Israel, hanya satu roket ditembakkan dari Gaza ke Israel selama 12 jam pertama Jumat (16/3). "Hanya satu roket ditembakkan ke Israel sejak tengah malam Kamis (Jumat pukul 05.00 WIB)," kata seorang juru bicara militer Israel, Jumat sore. "Roket itu menghantam daerah tak berpenghuni di gurun Negev baratlaut," katanya.

Sekolah-sekolah di beberapa daerah Israel selatan, termasuk kota utama Negev, Beersheva, dan kota-kota pesisir Laut Tengah, Ashdod dan Ashkelon, masih tutup sebagai langkah pengamanan, kata radio pemerintah.

Sebelumnya, pejuang Palestina menembakkan lima roket dari Gaza namun tidak ada yang menimbulkan kerusakan atau korban.

Helikopter serang Israel melepaskan tembakan ke Jalur Gaza utara sebagai pembalasan, kata satu sumber keamanan Palestina, namun tidak ada konfirmasi dari militer Israel mengenai hal itu.

Juru bicara militer Israel Avital Leibovich mengatakan kepada wartawan, Kamis, sejak kekerasan meletus Jumat pekan lalu, Palestina disebut-sebut telah menembakkan lebih dari 310 roket ke Israel, "sekitar 170 di antaranya" menghantam negara Yahudi tersebut.

Sejumlah roket jatuh di dalam wilayah Gaza dan 60 roket dihancurkan oleh sistem pertahanan anti-rudal Iron Dome.

Menurut ketentuan gencatan senjata yang mulai diberlakukan Selasa pagi, baik Israel maupun pejuang Jihad Islam yang bertanggung jawab atas sebagian besar serangan roket setuju menghentikan tembakan mereka.

Tidak ada indikasi bahwa serangan-serangan tersebut telah mengakhiri gencatan senjata rapuh sponsoran Mesir itu.

Pertumpahan darah mulai terjadi Jumat sore (9/3) ketika serangan udara Israel menewaskan pemimpin Komite Perlawanan Rakyat (PRC), yang menyulut peningkatan tajam kekerasan lintas batas, dimana 15 warga Gaza tewas dan lebih dari 100 roket ditembakkan ke Israel.

Insiden itu merupakan masa 24 jam paling mematikan di dan sekitar Gaza dalam waktu lebih dari tiga tahun.

Sejak itu Israel melancarkan serangan-serangan udara yang menewaskan 25 orang, sebagian besar pejuang Palestina.

Pada Desember 2011, delapan orang tewas dalam serangkaian serangan udara Israel, enam diantaranya gerilyawan.

Kekerasan berlangsung di dan sekitar Gaza pada November namun tidak memburuk ke tingkatan seperti yang terjadi pada 29-30 Oktober yang menewaskan 12 gerilyawan Palestina dan seorang warga Israel.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement