REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Industri aviation global dapat mengalami kerugian lebih dari USD 5 miliar tahun ini. Hal ini terjadi, karena ketegangan Barat atas program energi nuklir Iran.
"Keuntungan industri berkurang pada 2012 ini dan kerugian mencapai lebih dari Rp 5 miliar jika harga minyak melonjak ke USD 150 per barel karena ketegangan Barat dengan Iran," kata CEO IATA Tony Tyler, CBS News melaporkan, Selasa (21/3).
"Saya harus menekankan bahwa industri ini rapuh. Secara historis, jika PDB turun di bawah 2 persen, industri akan mendapat kerugian," tambahnya.
IATA telah sendiri memberikan kontribusi terhadap sanksi Iran setelah menyerah pada tekanan Barat pada 10 Oktober lalu, dengan mengumumkan bahwa mereka akan menutup layanan pembayaran untuk warga Iran menggunakan maskapai penerbangan milik negara, IranAir.
Langkah itu muncul setelah AS menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran pada malam Tahun Baru, yang bertujuan untuk mencegah negara-negara lain dari mengimpor minyak Iran dan melakukan transaksi dengan bank sentral.