REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengatakan Amerika Serikat tidak bisa lagi mendikte kebijakannya ke seluruh dunia, Senin (26/3). "NATO dan Amerika Serikat harus mengubah kebijakan mereka, hubungan antara NATO dan Pakistan tidak stabil," kata Ahmadinejad saat konferensi di ibukota negara tetangga Tajikistan.
Sebelumnya, Ahmadinejad juga mendorong terjalinnya persatuan regional untuk melawan agresi, Ahad (25/3). Pernyataan Ahmadinejad disampaikan jelang pertemuan dengan Afghanistan dan Pakistan.
Perayaan Tahun Baru Iran, Nowruz, sepertinya dipilih Presiden Ahmadinejad untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara tetangganya, termasuk di antaranya dengan Pakistan dan Afghanistan yang diketahui juga melakukan perayaan yang sama.
"Nowruz merupakan pertempuran antara pasukan cahaya melawan kegelapan, ini perang melawan ketidakadilan," kata Ahmadidejad di depan 15 ribu orang.
Ahmadinejad juga menegaskan, Tahun Baru Nowruz yang baru saja dirayakan di sejumlah negara termasuk di antaranya Iran, Pakistan dan Afghanistan membuat kondisi kehidupan di negara-negara itu menjadi lebih baik.
"Secara tradisional Nowruz dipandang sebagai hari baru tanpa kemiskinan, agresi, ketidakstabilan, kejahatan, diskriminasi, penghinaan terhadap martabat kemanusiaan. Setiap orang memiliki hak untuk menjalankan hidup mereka dengan martabat kemanusiaan yang melekat dalam diri mereka," jelas Ahmadinejad seperti dikutip AFP.
Ahmadinejad dijadwalkan bertemu dengan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan pemimpin Afghanistan Hamid Karzai untuk membahas sikap ketiga negara tersebut terkait beragam isu di wilayah itu. Namun demikian, pertemuan ini difokuskan membahas isu perekonomian Afganistan menyusul penarikan pasukan NATO akhir 2014.
Pada pertemuan tersebut, Ahmadinejad menggunakan kesempatan untuk beretorika tentang tekanan internasional atas nuklir negaranya.
"Hanya teman dan tetangga Afghanistan yang dapat membantu negara ini secara praktis dan realistis. Para pekerja asing yang datang dari ribuan kilometer jauhnya dari sini bukannya malah membantu rakyat Afghanistan namun malah menjarah sumber daya alam mereka," jelasnya.
Baik Karzai dan Zardari, memberikan pidato yang lebih terkendali dan tidak menyinggung kehadiran pasukan asing di Afghanistan atau permasalahan dengan Amerika Serikat.
Kunjungan Agmadinejad itu dilakukan saat seorang pejabat AS bersiap untuk berunding dengan Wakil Menteri Luar Negeri Afghanistan, Jawed Ludin dan Menlu Pakistan, Jalil Abbas Jilani untuk membicarakan kunjungan Karzai ke Islamabad pada Februari mendatang.
Kedutaan Besar AS di Dushanbe mengatakan, utusan regional Washington Marc Grossman akan membicaraan usaha untuk memperkuat proses perdamaian dan proses rekonsiliasi dan perdamaian kekal di Afghanistan.
Sementara Menteri luar negeri Pakistan mengatakan Islamabad tetap berkomitmen untuk melakukan apapun yang mungkin untuk menjalin perdamaian dan stabilitas di Afghanistan.