Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Terry Jones: Islam Membenci Kebebasan

Rabu 04 Apr 2012 10:08 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Hafidz Muftisany

Tery Jones

Tery Jones

Foto: guardian.co.uk

REPUBLIKA.CO.ID, FLORIDA - Pendeta Terry Jones kembali melakukan kampanye kontroversialnya mengenai Islam di kota Jacksonville, Florida pada Selasa (3/4) malam. Dalam pertemuan di tengah warga kota Jacksonville, ia mengatakan bahwa Islam adalah agama yang membenci kebebasan.

"Jika ada satu hal yang dibenci dari Islam. Yaitu Islam membenci kebebasan hidup," ungkapnya. Ia memaparkan pandangannya tentang bagaimana Islam melarang kebebasan berbicara, kebebasan beragama dan hubungan antara Muslim dan Kristen.

Jones berkampanye selama 90 menit mengenai kejelekan Islam. Dan ia banyak menilai buruk pandangan Islam sebagai agama kekerasan, anti kebebasan berbicara dan beragama. Ia juga menggambarkan apa yang dianggapnya merusak nilai-nilai konstitusi Amerika dengan syariat Islam.

Dia mengatakan pandangannya terinspirasi dari fenomena di Eropa. Di mana ia melihat pengaruh Islam tumbuh pesat di negara-negara seperti Jerman, Denmark dan Inggris. "Warga Amerika tidak ingin seperti itu," hasutnya.

Lanjut ia mengatakan, sudah saatnya warga Amerika sadar untuk melawan pertumbuhan Islam ini. Jones mendesak para pendengar untuk memerangi sikap apatis mereka dan tidak takut menentang Islam. "Hal terburuk yang bisa terjadi adalah Anda akan mati dibawah pertumbuhan Islam," katanya.

Terry Jones adalah Kepala pendeta Dove World Outreach Center di Gainesville. Jones menjadi terkenal di dunia internasional ketika ia mengancam untuk membakar AlQuran, pada 11 September 2010.

Walau akhirnya ia membatalkan aksi membakar AlQuran, namun kebenciannya terhadap Islam tidaklah surut. Ia terus mengkampanyekan anti Islam terhadap warga Amerika termasuk pada pertemuannya tersebut yang diikuti 50 orang jamaat gerejanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA