REPUBLIKA.CO.ID, BASRA - Pasukan Irak telah menangkap 11 tersangka anggota Alqaidah yang diklaim bertanggung jawab atas serangan di provinsi selatan Basra yang menewaskan puluhan orang, kata seorang petugas kepolisian, Selasa (10/4).
"Sebelas pejuang Al Qaida telah ditangkap, termasuk seorang pria Pakistan yang lahir di Kuwait, yang bertanggung jawab untuk ledakan terakhir di Basra," kata Kepala Kepolisian Basra, Mayor Jenderal Faisal al-Ebadi, dalam konferensi pers.
Sebuah video ditayangkan selama konferensi pers menunjukkan pengakuan dugaan tahanan, di mana mereka mengatakan bertanggung jawab atas serangan-serangan, termasuk satu pada 14 Januari terhadap peziarah Syiah yang menewaskan 53 orang.
Ebadi mengatakan bahwa penangkapan itu dilakukan melalui koordinasi dengan agen intelijen dan pasukan keamanan lain. Salah satu tahanan adalah seorang polisi bernama Issam Abdelal Yassin yang memberikan "informasi tentang lokasi petugas polisi untuk memfasilitasi membunuh mereka," kata Ebadi.
Seorang berkebangsaan Pakistan lahir di Kuwait bernama Mahmud Muhammad Abdullah juga di antara para tahanan itu.
Dalam rekaman tersebut, ia mengaku terlibat dalam serangan terhadap tempat peziarah Syiah dan dua serangan di pasar Basra, serta menempatkan bahan peledak dengan menargetkan peziarah Syiah.
Dia mengatakan datang ke Irak tahun 2003, dan ditahan di instalasi Kamp Bucca militer AS dari tahun 2004 hingga 2005, tetapi kemudian dibebaskan.