Selasa 17 Apr 2012 01:55 WIB

Salafi Bagi-bagi Alquran, Intelijen Jerman Bilang Berbahaya

ilustrasi
ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Lapangan Potsdamer di Berlin, Jerman, sempat gempar gara-gara aksi para muslim 'salafis' membagi-bagikan Alquran kepada publik. Salah satu pembagi kitab suci Islam itu dengan suara keras mengumandangkan beberapa ayat, sementara seorang penentang mengangkat papan yang bertulisan teks-teks kritis terhadap Alquran dan Islam.

Lalu berdatanganlah beberapa fotografer. Kedua pria itu serta merta berpose di depan kamera. Dengan demikian berakhirlah konfrontasi singkat tersebut.

Sekitar sepuluh pembagi Alquran yang banyak dibicarakan itu dan para wartawan pun mulai menghilang diganti oleh para wisatawan. "Apakah kegemparan hari-hari belakangan tidak terlalu dibesar-besarkan?" seorang pejalan kaki bertanya-tanya.

Dinas Keamanan Jerman menyatakan, aksi 'Baca!' yang digelar kelompok Islam salafi ini bisa berbahaya. Dinas Intelijen Jerman ini memperingatkan adanya kelompok di balik orang-orang yang membagi-bagikan Alquran. Mereka dicurigai ingin merekrut kelompok radikal.

Para salafis di Jerman bertekad membagi-bagikan 25 juta Alquran. Ini disebut propaganda kaum radikal. Wartawan yang menulis berita kritis tentang mereka minggu lalu sempat diancam lewat YouTube. Sejak itu kalangan politik Jerman mengutuk kelompok ini. Dan hal yang sama dilakukan juga Dewan Muslim Jerman.

Para pembagi Alquran tidak mau mengomentari tuduhan-tuduhan tersebut. "Alquran adalah kitab pencinta damai," kata seorang salafis muda yang membawa tumpukan Alquran. Para demonstran ini menumpukkan ratusan terjemahan Alquran dalam bahasa Jerman di stand mereka.

Mayoritas para salafis mengenakan t-shirt putih. Ada yang berjanggut panjang. Ada juga muslim Jerman asli. Mereka juga membuat film kegiatan mereka.

sumber : De Volkskrant/RNW
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement