Selasa 17 Apr 2012 23:11 WIB

Sudan Usir Taruna Polisi Sudan Selatan

Rep: Antara/AFP / Red: Djibril Muhammad
sudan selatan
sudan selatan

REPUBLIKA.CO.ID, KHARTOUM - Para mahasiswa Sudan Selatan yang girang atas pendudukan bersenjata negara itu pada ladang minyak utama Sudan telah diusir dari satu akademi kepolisian di Khartoum, kata menteri dalam negeri, Selasa (17/4).

"Kami memecat mahasiswa Sudan Selatan dari akademi kepolisian karena mereka merayakan setelah pendudukan Heglig," kata Ibrahim Mahmud Ahmad kepada parlemen.

Ia tidak mengatakan berapa jumlah mahasiswa yang diusir. Tidakan itu dilakukan setelah Sudan Selatan delapan hari lalu menduduki ladang minyak utama Sudan Heglig, di perbatasan itu.

Seorang yang dipecat, wanita mengatakan ada 23 pria dan wanita di kelasnya. Dia tidak tahu jumlah kadet di dua kelas lainnya. "Di kediaman mahasiswi itu saya tidak melihat ada perayaan tetapi mungkin terjadi di kediaman mahasiswa," kata mahasiswi yang tidak diidentifikasi.

Pertempuran meletus bulan lalu antara tentara Khartoum dan Juba di perbatasan mereka yang disengketakan, tetapi bentrokan senjata meningkat pekan lalu dengan gelombang-gelombang serangan udara menghantam wilayah Selasa, yang pasukannya merebut Heglig.

Bentrokan-bentrokan itu adalah yang terburuk sejak Sudan Selatan merdeka Juli tahun lalu setelah 22 tahun perang saudara yang berakhir tahun 2005, dan perasaan nasionalis meningkat di utara di mana sekitar setengah juta warga Sudan Selatan tetap tinggal di sana.

Sejak 9 April mereka ada yang pindah ke Selatan atau meresmikan status mereka di utara. Para mahasiswa diizinkan tinggal untuk meneruskan pendidikan mereka.

Khartoum memecat polisi Sudan Selatan dan anggota lain karyawan sipil sebelum kemerdekaan Sudan selatan, yang berarti kandidat perwira yang diusir itu tidak akan diberikan tugas kepolisian di utara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement