REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT-- Uni Eropa pada Senin (23/4) sepakat untuk memberi sanksi lebih keras terhadap rezim Suriah. Sanksi tersebut diantaranya melarang ekspor barang mewah dan membatasi penjualan barang untuk menekan Presiden Bashar al-Assad.
"Sanksi-sanksi akan diberlakukan terhadap Suriah,"kata diplomat yang tidak disebut namanya jelang pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Luxemburg.
Larangan ekspor barang mewah tersebut belum dirinci lebih lanjut, namun sepertinya digunakan untuk memberi pukulan simbolis terhadap gaya hidup Assad dan isrinya. Uni Eropa juga memutuskan mendaftarhitamkan bahan dasar pembuatan peralatan militer.
Sebelumnya, kantor berita AP melaporkan penyebaran tim pemantau gencatan senjata diizinkan masuk Kota Homs untuk hari kedua. Meskipun tim pemantau sudah berada di Suriah, kekerasan masih terjadi. Menurut aktivis dan media pemerintah, sedikitnya 12 warga sipil dan lima tentara pada Ahad.