REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM-- Pemerintah Israel berencana membangun sembilan hotel di lingkungan pemukiman di Yerusalem Timur. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi pariwisata di Betlehem.
Pemerintah Israel sedang mendorong sebuah rencana pembangunan 1.100 kamar hotel di Givat Hamatos, sekitar wilayah Yerusalem Timur. Pakar urusan Palestina di pemukiman Khalil Tufakji mengatakan, komite Israel telah menyetujui rencana pembangunan sembilan hotel tersebut.
Menurut Tufakji pemerintah Israel berharap, nantinya wisatawan akan lebih memilih tinggal di hotel dan membuat perjalanan ke Betlehem dibanding di Tepi Barat. Dia juga mengatakan, Israel menciptakan kesempatan kerja untuk mendorong pemukim Yahudi pindah ke Yerusalem Timur.
Tufakji juga menghubungkan pembangunan hotel dengan pemilu di Israel mendatang. " Netanyahu mencoba mendapatkan dukungan dalam pemilu Israel. Netanyahu berulang kali mengatakan pembangunan Yerusalem mirip dengan di Tel Aviv," kata dia.
Selama ini Palestina meminta Israel menyerahkan Yerusalem Timur untuk ibu kota Palestina. Namun pemerintah Israel menegaskan seluruh kota di Israel abadi dan tak terpisahkan. Pada 1967, Israel mencaplok wilayah Yerusalem Timur secara sepihak. Langkah tersebut tak pernah diakui oleh masyarakat internasional.
Lebih dari 500 ribu pemukim Yahudi Israel tinggal di atas tanah Palestina. Pekan lalu, pemerintah Israel mengesahkan tiga pos Yahudi di atas tanah Palestina.
Pemimpin Palestina mengatakan pemukiman dan infrastruktur yang selama ini dibangun Israel, terkait dengan jaringan jalan. Otomatis hal tersebut menghambat kelangsungan hidup Palestina