Jumat 04 May 2012 11:11 WIB

Hillary Clinton: Hubungan Cina-AS Tetap Kokoh

Hillary Clinton
Foto: theglobal-review.com
Hillary Clinton

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Menteri Luar Negeri AS HillaryClinton mengatakan kepada Presiden Cina Hu Jintao Jumat (4/5) bahwa hubungan antara ke dua negara kini berada pada peringkat terkuat selama ini. Bahkan ketika ke dua negara terlibat dalam perselisihan atas perlakuan Cina terhadap seorang pembangkang buta.

"Kami percaya bahwa hubungan Cina-AS lebih kuat dari pada yang pernah terjadi," kata Hillary Clinton dalam pertemuan di Balai Rakyat Agung di Beijing.

"Kami telah mengembangkan hubungan yang sangat terbuka dan jujur di mana kita bisa mendiskusikan semua perbedaan kita, dan kami tetap berkomitmen untuk menjembatani perbedaan-perbedaan itu kapanpun dan dimanapun memungkinkan," katanya menegaskan.

Sehari sebelumnya, Presiden Cina Hu Jintao mengimbau Amerika Serikat dan Cina untuk menghomati urusan masing-masing, sementara terjadi pertikaian menyangkut seorang pembangkang Cina yang buta lari ke kedutaan besar AS.

Berbicara pada awal perundingan dua hari di Beijing, Hu menyerukan kerja sama antara dua negara ekonomi terbesar dunia itu dan memperingatkan bahwa hubungan yang memburuk akan menimbulkan bahaya 'besar' bagi dunia.

"Dengan kondisi-kondisi nasional yang berbeda, tidak mungkin bagi Cina dan Amerika harus sepakat sepenuhnya dalam banyak hal," kata Hu dalam perundingan, yang dihadiri Menlu AS Hillary Clinton dan Menteri Keuangan Timothy Geithner.

"Kita harus melakukan pendekatan atas percekcokkan kita dalam jalan yang benar dan saling menghormati serta mengakomodasikan kepentingan dan urusan masing-masing. Kita harus menangani secara layak perselisihan-perselisihan melalui dialog dan meningkatkan saling pengertian," katanya.

Perundingan tahunan itu diselenggarakan di bawah bayang-bayang pertikaian menyangkut Chen Guangcheng, seorang aktivis tuna netra yang mengungsi di kedubes AS tetapi meninggalkan tempat itu Rabu menuju sebuah rumah sakit Beijing berdasarkan satu kesepakatan yang kontroversial.

Dengan menyerukan kembali kepada para pemimpin AS untuk mengesampingkan politik. Hu mengatakan bahwa ke dua negara harus mengusahakan kerja sama "tanpa menghiraukan perkembangan situasi domestik mereka.

Rakyat yakin bahwa kerja sama antara China dan AS akan membawa banyak sekali kesempatan bagi ke dua pihak, sementara konfrontasi antara ke dua negara akan menimbulkan gangguan besar bagi semua, katanya.

sumber : Antara/Reuters/AFP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement