Selasa 08 May 2012 08:11 WIB

Hillary Clinton Ingin Persempit Jurang Pemisah AS-India

Menteri Luar Negeri AS hillary Clinton dalam konferensi 'Sahabat Suriah' di Turki
Foto: enduringamerica.com
Menteri Luar Negeri AS hillary Clinton dalam konferensi 'Sahabat Suriah' di Turki

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI - Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton pada Senin bertemu dengan Perdana Menteri India Manmohan Singh dan membahas masalah bilateral, regional serta internasional yang menjadi perhatian bersama. Kunjungan Menlu Amerika Serikat juga diharapkan bisa mempersempit jurang pemisah dengan India mengenai Iran

Terlepas dari situasi keamanan di wilayah tersebut, kedua pemimpin membahas tentang kemitraan strategis India-Amerika Serikat, kata Press Trust of India.

Hillary juga bertemu dengan Ketua Aliansi Progresif Bersatu yang berkuasa di India Sonia Gandhi, Senin (8/5) waktu setempat.

Ny. Clinton tiba di sini dari kota Kolkata, India bagian timur, di mana dia melakukan kunjungan satu hari, pada Minggu dan bertemu dengan Kepala Menteri Bengali Barat, Mamata Banerjee.

Menlu Amerika Serikat berharap bisa mempersempit jurang pemisah dengan India mengenai Iran, saat ia berusaha membicarakan masalah rumit seperti perang melawan perdagangan seks.

Hillary menjadi pejabat senior AS yang mengunjungi Kolkata, kota metropolitan di India timur, dan dijadwalkan bertemu di New Delhi dengan Perdana Menteri Manmohan Singh, di tengah keprihatinan bahwa hubungan AS-India yang meningkat telah bergeser.

Kedua negara demokrasi terbesar di dunia tersebut telah dengan cepat mengembangkan hubungan sejak menyelesaikan rasa saling tidak percaya selama Perang Dingin, tapi telah menghadapi silang pendapat sehubungan dengan upaya AS untuk menekan Iran.

AS berencana memberlakukan sanksi mulai 28 Juni atas bank dari negara yang terus membeli minyak dari Iran, di tengah tuduhan oleh Israel dan sebagian pejabat barat bahwa Teheran "membuat senjata nuklir".

India sangat tergantung atas impor minyak dan sejak kemerdekaannya telah menetang keras setiap tindakan yang dipandangnya sebagai ajaran asing.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement