Rabu 09 May 2012 19:52 WIB

Dibeking AS, Filipina tak Takut Ancaman Cina

Latihan Gabungan Angkatan Laut Filipina dan Amerika Serikat
Foto: World Crunch
Latihan Gabungan Angkatan Laut Filipina dan Amerika Serikat

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA - Filipina mengungkapkan keyakinannya terhadap janji Amerika Serikat untuk melindungi pihaknya dari serangan-serangan di Laut China Selatan. Pernyataan itu diucapkan, Rabu (9/5) atau  sehari setelah Cina mengeluarkan satu peringatan menyangkut sengketa wilayah di perairan itu.

Menteri Pertahanan, Voltaire Gazmin, mengatakan  dalam perundingan di Washington pekan lalu ia mendapat jaminan dari pemerintah AS. Pertemuan itu membicarakan masalah ketegangan kian meningkat antara Filipina dengan Cina terkait klaim  Beting Scarborough di laut yang disengketakan.

Gazmin mengatakan Menlu AS Hillary Clinton dan Menteri Pertahanan Leon Panetta menekankan mereka tidak berpihak dalam sengketa itu. Tetapi mereka menjamin Filipina bahwa AS akan menghormati perjanjian pertahanan bersama tahun 1951.

"Itu termasuk serangan bersenjata...terhadap wilayah-wilayah pulau di kawasan Pasifik," kata Gazmin mengutip ketentuan-ketentuan bagi sekutu-sekutu untuk saling membantu.

Menjawab satu pertanyaan tentang sengketa dengan Cina menyangkut  Beting Scarborough , Gazmin mengatakan pernyataan Hillary itu berarti AS akan melindungi Filipina dari setiap serangan di Laut Cina Selatan.

Cina dan Filipina menggelar kapal-kapal di Beting Scarborough lebih dari sebulan dalam usaha memperkuat kedaulatan mereka atas daerah itu.

Cina mengklaim seluruh wilayah Laut Cina Selatan sebagai miliknya, kendatipun perairannya dekat dengan pantai-pantai negara-negara Asia lainnya. Sementara, Filipina menegaskan pihaknya memiliki kedaulatan atas beting itu karena berada dalam zona ekonomi eksklusif 200 mil lautnya.

Beting itu terletak sekitar 230km dari pulau utama Filipina, Luzon dan 1.200km barat laut dari darat utama paling dekat Cina, kata peta angkatan laut Filipina. Taiwan, Brunei Darussalam, Vietnam dan Malaysia juga mengklaim sebagian dari Laut Cina Selatan yang diduga memiliki cadangan besar minyak dan gas, yang membuat wilayah itu sebagai salah satu dari titik rawan konflik militer di Asia.

Cina, Selasa (8/5)  memperingatkan pihaknya siap untuk menghadapi "setiap peningkatan ketegangan di wilayah yang disengketakan dengan Filipina itu. Satu tajuk rencana dalam sebuah surat kabar yang dikelola Partai Komunis  berkuasa bahkan tak segan menyerukan satu perang berskala kecil untuk mengakhiri konflik itu.

Menlu Albert del Rosario juga mengeluarkan satu pernyataan Rabu dengan mengatakan Hillary dan Panetta telah menegaskan dalam perundingan di Washington pada perjanjian pertahanan bersama dengan Filipina itu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement