REPUBLIKA.CO.ID, KABUL---NATO mengatakan bahwa orang kedua dalam komando Alqaidah di Afghanistan tewas dalam serangan udara di dekat perbatasan Pakistan. Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin Amerika Serikat di Afghanistan mengatakan, Sakhr al-Taifi kelahiran Arab Saudi, yang juga dikenal sebagai Musthaq dan Nasim, memerintahkan para pejuang asing dan mengarahkan serangan-serangan kepada pasukan NATO dan tentara Afghanistan.
ISAF menggambarkan dia sebagai "pemimpin tertinggi kedua Alqaidah di Afghanistan" dan sering melakukan perjalanan antara Afghanistan dan Pakistan, untuk "melaksanakan perintah pemimpin senior Alqaidah.''
Dia juga menyediakan senjata dan peralatan untuk para gerilyawan, dan mengelola pengangkutan pejuang gerilya ke Afghanistan, kata pihak militer.
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengatakan ia tewas dalam serangan udara pada Ahad dengan "satu lagi gerilyawan Alqaidah di Kabupaten Watahpur, Provinsi Kunar" yang berbatasan dengan Pakistan.
Amerika Serikat tahun lalu mengumumkan bahwa pihaknya akan memfokuskan operasi-operasi militer di Afghanistan khususnya pada provinsi-provinsi timur, yang berbatasan dengan sabuk suku tanpa hukum Pakistan.
Para pejabat Amerika Serikat mengatakan Taliban dan para pejuang yang berkaitan dengan Al Qaida memiliki tempat perlindungan.
Pasukan NATO berada di Afghanistan untuk membantu pemerintah dukungan Barat menghadapi pemberontakan berdarah yang dipimpin Taliban, yang digulingkan setelah invasi pimpinan Amerika tak lama sesudah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.
Ada sekitar 130 tentara tentara internasional di Afghanistan dan semua pasukan tempur pimpinan NATO akan meninggalkan negara itu pada akhir 2014.