REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Penengah internasional, Kofi Annan, memberitahu Presiden Suriah, Bashar al-Assad, bahwa langkah berani diperlukan agar rencana perdamaian enam-pasal bisa berhasil. Langkah tersebut meliputi dihentikannya kerusuhan dan dibebaskannya orang yang ditangkap dalam aksi perlawanan. Demikian isi satu pernyataan.
"Utusan Khusus Bersama, Kofi Annan, bertemu dengan Presiden Bashar al-Assad pada pagi ini guna menyampaikan keprihatinan besar masyarakat internasional mengenai kerusuhan di Suriah. Itu termasuk khususnya peristiwa baru-baru ini di Houla," bunyi pernyataan tersebut.
Annan menyampaikan secara terbuka pandangannya kepada Al Assad bahwa rencana enam-pasalnya tak bisa berhasil tanpa langkah berani guna menghentikan kerusuhan dan pembebasan tahanan. Annan juga menekankan pentingnya penerapan penuh rencana itu.
Isi pernyataan Annan itu dikeluarkan oleh juru bicaranya, Ahmad Fawzi, setelah pembicaraan di Damaskus. Kantor hak asasi manusia PBB sebelumnya menyatakan tak sampai 20 dari 108 orang yang dikonfirmasi telah tewas dalam pembantaian di Houla. Mereka tewas akibat tembakan tank dan artileri. Sebagian korban ditembak hingga tewas di rumah mereka.