Sabtu 02 Jun 2012 05:46 WIB

Ekonomi Suram, Harga Minyak Terus Merosot

Kilang minyak/ilustrasi
Foto: desmogblog.com
Kilang minyak/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK---Sebuah laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang suram ditambah berita buruk tentang perekonomian Cina dan data lebih lemah di Eropa, mengirim harga minyak turun tajam pada Jumat (Sabtu pagi WIB).

Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, jatuh 3,30 dolar AS menjadi ditutup pada 83,23 dolar AS per barel, harga yang terakhir terlihat pada Oktober.

Di London, minyak mentah Brent North Sea jatuh di bawah tingkat 100 dolar AS, anjlok 3,44 dolar AS menjadi mencapai 98,43 dolar AS per barel, tingkat kontrak terendah dalam 16 bulan.

"Awan badai terus menggelapkan sekitar pertumbuhan permintaan minyak tahun 2012, karena data ekonomi terbaru dari Eropa, AS dan Cina terlihat lebih lemah baru-baru ini," analis JPMorgan Chase mengatakan.

Harga minyak Brent "telah jatuh di bawah tingkat psikologis 100 dolar AS per barel karena fokus berpaling dari situasi Iran ke keadaan ekonomi global setelah sederet hasil ekonomi buruk selama beberapa hari," tambah Gary Hornby, seorang analis di konsultan energi Inenco.

Survei pembelian manajer untuk Mei tertekan di India, Cina, Amerika Serikat, negara-negara zona euro dan lainnya semua menunjukkan pertumbuhan ekonomi global lebih lambat, memperlemah perkiraan minyak dan bahan bakar.

Selain itu muncul laporan bulanan pekerjaan AS untuk Mei, yang menunjukkan penurunan tajam dalam penciptaan lapangan kerja.

Ekonomi AS hanya menambahkan 69 ribu pekerjaan pada Mei, kurang dari setengah dari apa yang diharapkan, mendorong tingkat pengangguran menjadi 8,2 persen.

Berita buruk AS memberi euro sebuah dorongan setelah jatuh terus selama berminggu-minggu, sedikit menahan tingkat penurunan harga Jumat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement