REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM -- Menlu Amerika Serikat, Hillary Clinton, dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Sabtu (2/6) waktu setempat sepakat bahwa mereka perlu bekerja sama mengenai masalah Suriah. Demikian kata seorang pejabat AS.
"Mereka berdua sepakat bahwa kita harus bekerja sama," kata pejabat itu setelah percakapan telepon antara Hillary dan Lavrov. "Pesannya kepadanya adalah kita harus mulai bekerja sama untuk membantu Suriah dengan strategi transisi politik Suriah. Saya ingin orang-orang kami bekerja sama dengan ide-ide di Moskow, Eropa, Washington, dan dimana pun kita perlu."
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Rusia telah meningkat tajam sejak pembantaian terjadi di Suriah pada 25 Mei. Moskow bersikap tegas dalam menghadapi tuduhan-tuduhan AS bahwa mereka telah membesarkan hati rezim Bashar al-Assad.
Rusia dan Iran adalah sekutu utama Suriah. Amerika Serikat telah meningkatkan kritik sejak pembantaian pro-oposisi di Houla. Pembantaian dimana orang bersenjata penuh menewaskan 108 orang. Sebanyak 49 di antaranya adalah anak-anak.