REPUBLIKA.CO.ID, -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton memperingatkan Rusia bahwa dukungannya terhadap rezim Bashar al-Assad hanya akan menimbulkan konsekuensi negatif. Situasi itu, menurutnya, hanya akan membawa Suriah lebih jauh dalam konflik perang antar saudara.
"Sekarang sudah saatnya masyarakat Internasional termasuk Rusia dan seluruh anggota Dewan Keamanan untuk lantang berbicara tentang Assad dengan suara terpadu dan menyatukan langkah bersama Koffi Annan untuk merencanakan transisi politik Suriah ke depan," ungkap Hillary Clinton, Kamis dalam keterangan persnya bersama Menteri Luar Negeri India, SM Krishna.
Menurut perkiraan PBB, lebih dari 10 ribu orang tewas dan ribuan lainnya terlantar sejak pemberontakan terhadap Assad dimulai sekitar 15 bulan yang lalu. Rusia dan Cina telah dua kali memveto resolusi PBB terhadap Damaskus.
Clinton juga mendesak agar Rusia untuk menghentikan pengiriman senjata ke Suriah.