REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komandan Wilayah Militer Yaman Selatan, Mayor Jenderal Salem Ali Qatan, tewas dalam serangan bom bunuh diri di Aden, Senin dinihari. Itu terjadi setelah militer mengusir gerilyawan Alqaidah dari kubu mereka di daerah itu.
Pelaku pemboman, yang mengenakan sabuk peledak, menargetkan Qatan saat ia sedang dalam perjalanan untuk bekerja, kata saksi.
"Jenderal Qatan tewas dan empat yang lain terluka dalam serangan bunuh diri" di dekat rumahnya di lingkungan Mansoura Aden, kata petugas medis tanpa menyebut namanya kepada AFP.
Sebagai komandan kepala militer di Yaman selatan, Qatan telah memimpin serangan terhadap Alqaidah selama sebulan.
Sebelumnya, pada Minggu, satu bom di mobil seorang anggota kepolisian di Yaman Selatan menewaskan perwira itu dan dua pengawalnya, selain mencederai empat polisi lain, kata seorang pejabat keamanan.
"Satu bom meledak di mobil Mayor Ahmed al-Harmali, kepala kepolisian di Kota Rawkab," sebelah timur Mukalla di Hadramaut, kata pejabat itu. Perwira itu tewas bersama dua pengawalnya.
"Empat orang lain luka-luka ringan," kata pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya itu.
Menurut pejabat itu, serangan tersebut tampaknya dilakukan Alqaidah di Yaman selatan, meski mereka mengalami kekalahan parah pekan ini setelah pasukan pemerintah menghalau kelompok gerilya itu dari tiga kota di Provinsi Abyan.
"Organisasi Alqaidah sangat aktif di Hadramaut dan biasanya mendalangi serangan-serangan semacam itu terhadap polisi dan aparat intelijen," katanya.