Selasa 19 Jun 2012 05:23 WIB

Inilah Masalah yang Mampu Menyatukan Palestina dan Israel

Ilustrasi: Perdamaian Israel Palestina
Foto: wordpress
Ilustrasi: Perdamaian Israel Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM---Perjuangan Palestina demi merebut kembali haknya dari Israel belum berakhir. Israel juga tak henti menggempur tanah Palestina. Namun, kali ini keduanya menyatu dalam satu hal: bakteri.

Demi menghentikan bakteri berpotensi mematikan yang menyebar di Kota Gaza di tengah pertikaian baru di sepanjang perbatasan Israel dengan Jalur Gaza, ilmuwan asal Palestina dan Israel bekerja sama.

Kelompok peneliti baru-baru ini telah mengidentifikasi bakteri unik Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA), yang diketahui sebagai bakteri pelawan antibiotik sangat agresif yang sering ditemui di Gaza, tulis Harian Ha'aretz.

Sejumlah komunitas medis internasional telah menyalurkan sumber dana yang besar bagi penelitian pencegahan MRSA sejak 1999 setelah empat anak tewas di Chicago akibat terkena bakteri tersebut di lingkungannya.

Sebelum kematian keempat anak itu, diperkirakan bahwa bakteri tersebut hanya menyerang wilayah yang berkondisi layaknya rumah sakit.

Kemudian bakteri mematikan asal Amerika tersebut dinamai USA300 atau "superbug". Hingga saat ini belum jelas jumlah warga Palestina yang tewas akibat terpapar MRSA.

Namun fisikawan yang bergabung dalam program gabungan tersebut, Dr. Gili Regev- Yochay, mengatakan bakteri "berpindah secara cepat" di Gaza.

"Pertama kali kami mengira bakteri berasal dari relawan asal Eropa dan menyebar karena keramaian yang berlebihan. Namun penanda genetika bakteri Gaza dipercaya merupakan jenis bakteri yang berbeda," kata Regev- Yochay yang juga menjadi peneliti di Unit Penyakit Menular di Pusat Kesehatan Sheba dekat Tel Aviv.

Dia memperkirakan bakteri mengembangkan pertahanan dari antibiotik melalui sejumlah proses unik yang terjadi di Gaza.

Menurut Ha'aretz, sebagai upaya untuk menemukan lokasi yang menjadi sumber bakteri Gaza, Regev Yochay dan 30 anggota tim termasuk dokter penyakit anak dan dokter spesialis penyakit menular dari Israel, Yerusalem timur, Gaza dan Tepi Barat memeriksa sebanyak 600 penduduk, 300 diantaranya anak-anak dan 300 lainnya merupakan orang tuanya.

Sebanyak 15 persen orang yang diperiksa positif terpapar bakteri MRSA, dimana bakteri itu memiliki kekhasan dari Gaza dan tidak seagresif bakteri USA300.

Bakteri tersebut lebih mirip kepada jenis yang diidentifikasi di sejumlah rumah sakit di Eropa dan yang ada di populasi Gaza.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement