Selasa 26 Jun 2012 17:05 WIB

NATO-Turki Bahas Jet Tempur yang Ditembak Suriah

Rep: Lingga Permesti/ Red: Dewi Mardiani
Jet tempur Turki (ilustrasi)
Foto: AP
Jet tempur Turki (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA-- Turki meminta dukungan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) guna menyelesaikan kasus penembakan pesawat militer F-4 Phantom miliknya oleh Suriah. Langkah Turki membawa kasus tersebut ke NATO adalah kedua kalinya dalam 63 tahun sejarah NATO.

Langkah ini berdasarkan hak Turki Pasal 4 Traktat Atlantik Utara yang ditandatangani di Washington DC, Amerika Serikat (AS), 4 April 1949. Pasal tersebut berisi ketentuan bahwa semua anggota NATO akan menyediakan konsultasi ketika ada salah satu negara anggota merasa integritas teritorial, kemerdekaan politik, dan keamanannya terancam. Pasal 4 ini jugalah yang diajukan Turki sebagai satu-satunya langkah yang dilakukan pada 2003 untuk mendiskusikan perang Irak.

Turki menolak pernyataan Suriah bahwa pasukannya tidak memiliki pilihan, tapi tetap menembak pesawat F-4 saat terbang di atas perairan Suriah Jumat. Dalam surat kepada Dewan Keamanan PBB, Turki mengutuk tindakan bermusuhan pemerintah Suriah terhadap keamanan nasional Turki.

Suriah, kata surat itu, menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan. Wakil Perdana Menteri, Bulent Arinc, mengatakan dalam konferensi pers bahwa Tindakan Suriah tidak akan dibiarkan begitu saja.

Insiden ini lebih jauh meningkatkan ketegangan antara Turki dan Suriah yang memanas akhir-akhir ini. Menteri luar negeri Uni Eropa menyeru Turki untuk menahan diri. "Intervensi militer di Suriah tak mungkin," kata Menteri Luar Negeri Belanda Uri Rosenthal.

Setelah rapat kabinet tujuh jam, kepala angkatan udara Turki memberikan pengarahan rinci mengenai insiden penembakan itu dan menyatakan bahwa Presiden Turki akan membuat pengumuman pada Selasa (26/6).

Juru bicara luar negeri Suriah, Jihad Makdissi, mengatakan pesawat Turki sempat menghilang dan kemudian muncul kembali di wilayah udara Suriah. Pesawat terbang pada ketinggian 100 meter sekitar 1-2 kilometer. "Kami harus bereaksi segera, bahkan jika itu pesawat Suriah, akan kita tembak," katanya.

Hal itu dilakukan sebagai tindakan membela kedaulatan SUriah. Suriah memeringatkan agar Turki dan NATO tidak melakukan tindakan balasan. "NATO seharusnya memperkuat negara. Jika pertemuan mereka untuk berperang, mereka harus tahu tanah dan air Suriah suci," katanya.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement