Ahad 01 Jul 2012 21:41 WIB

Hillary: Assad Tetap Harus Mundur

Hillary Rodham Clinton
Foto: AP
Hillary Rodham Clinton

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA - Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Sabtu (30/6), menyatakan ia sangat mendukung rencana baru internasional bagi peralihan politik di Suriah.

Hillary mengatakan itu "akan mengirim pesan jelas" kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad. "(Bashar) al-Assad masih harus pergi," kata Hillary pada pertemuan dengan utusan khusus PBB Kofi Annan dan utusan Rusia di Jenewa, Swiss.

"Apa yang telah kita lakukan di sini ialah memastikan mereka yang bergelimang darah untuk tidak memangku jabatan," kata Hillary sebagaimana dikutip Reuters.

Hasil akhir dari pembicaraan ini menyatakan pemerintahan suriah harus dibentuk dalam koalisi nasional. Annan menyebut dalam draft Jenewa, pemerintahan peralihan harus melibatkan anggota pemerintahan Bashar dan Oposisi serta segera diselenggarakan pemilu.

Menteri Luar Negeri Rusia Servei Lavrov mengatakan ia gembira dengan hasil tersebut. Yang utama ialah kesepakatan itu tak berusaha memaksakan satu proses atas Suriah, katanya.

Kesepakatan tersebut sama sekali tak menyiratkan Bashar mesti mundur sebab tak ada prasyarat yang mengeluarkan setiap kelompok dari pemerintah persatuan nasional yang diusulkan, kata Lavrov.

Lebih dari 10.000 orang dilaporkan telah tewas sejak protes anti-Bashar meletus dan beberapa pekan belakangan telah menjadi yang paling berdarah.

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement