REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS - Suriah mengangkat Jenderal Ali Mamluk menjadi kepala kantor keamanan nasional dalam perombakan badan keamanan setelah ledakan bom menewaskan empat tokoh penting pemerintah pada pekan lalu, kata sumber keamanan kepada AFP pada Selasa (24/7).
"Jenderal Ali Mamluk, yang memimpin keamanan negara, akan menjadi kepala biro keamanan nasional, dengan jabatan menteri, mengawasi seluruh lembaga keamanan," kata sumber itu. "Ia akan melaporkan langsung kepada Presiden Bashar al-Assad," tambah sumber itu.
Jenderal Rustom Ghazali, mantan direktur keamanan militer di Damaskus, diangkat menjadi kepala keamanan politik, kata sumber itu, menggantikan Deeb Zaytun, yang akan mengambil alih jabatan lama Mamluk sebagai kepala keamanan negara.
Perombakan itu dilakukan setelah serangan 18 Juli, yang diklaim pasukan pemberontak yang menentng pemerintah Bashar, ditargetkan pada para pemimpin keamanan pemrintah.
Serangan itu menewaskan Menteri Pertahanan Daoud Rajha, ipar Bashar Assad Shawkat, kepala keamanan nasional Hisham Ikhtiyar dan Hassan Turkoman,ketua badan krisis yang ditetapkan menangani pemberontakan terhadap pemerintah itu.
"Sampai sekarang, badan-badan keamanan tersebar di antara menter-menteri yang berbeda" intelijen militer dan termasuk angkatan udara dan darat dibawah menteri pertahanan, intelijen polisi di bahwa kementerian dalam negeri dan keananan negara dibawah presien," kata sumber itu
"Satu proses sentralisasi sedang dilakukan, tetapi tentu dipercepat akibat serangan itu." Ayah Bashar dan orang yang digantikannya Hafez al-Assad membentuk beberapa badan intelijen yang membuat terjadi persaingan yang mengakoubatkan lebih sulit bagi setiap kekuatan untuk melakukan satu kudeta.
Tidak lama setelah pemberontakan terhadap Presiden Bashar itu pemerintah terpaksa mengonsolidasikan badan yang banyak itu dalam usaha melindungi pemerintah.