REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Pemimpin Revolusi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengatakan, tekanan asing tak akan mengusik perhitungan Iran. Ia bahkan mengatakan, negara Barat justru tengah menghadapi krisis ekonomi yang serius saat ini.
Pemimpin Iran tersebut mengatakan, bangsa Iran tak akan menyerah pada tekanan Barat dan rekayasa Amerika Serikat atas sanksi terhadap Iran. Hal tersebut menurutnya justru akan membuat para pejabat Iran lebih bertekad membela hak-hak bangsanya.
"Mereka secara eksplisit mengatakan bahwa dengan meningkatkan sanksi dan tekanan akan membuat pejabat Iran mengubah keputusannya. Namun mereka tak memikirkan kembali perhitungan kami, kami akan terus membuat Iran mengambil langkah tegas," ujar Ayatollah Khamenei sembari menambahkan kalau Iran akan melawan tekanan ekonomi Barat.
Ayatollah Khamenei juga mengatakan, AS dan sekutunya mungkin akan mencoba terus menekan Iran atas program nuklirnya. Namun sebenarnya, menurut Khamenei, masalah As dan sekutunya lebih pada bangkitnya negara Islam itu sendiri.
Ia menegaskan, AS dan sekutunya mengatasnamakan program nuklir Iran untuk membuat negara-negara Barat memusuhi Iran. Ia juga menyebut AS telah gagal dalam perang Irak dan Afganistan. Kini negara Barat justru tengah menghadapi krisis keuangan serius.
"Nasib AS di Irak, masalah yang terus meningkat dan tak berujung AS di Afganistan, dan kegagalan kebijakan AS di Timur Tengah adalah contoh khas kelemahan musuh kita," ujar Ayatollah Khamenei.
Ia menambahkan, krisis ekonomi serius yang melanda AS dan beberapa negara Eropa merupakan peristiwa penting yang tak dapat diabaikan.