Kamis 26 Jul 2012 14:46 WIB

Dianggap Mengecilkan Palestina, Aktivis Maroko Tolak Kurma Israel

Rep: Adi Wicaksono/ Red: Endah Hapsari
Kurma
Foto: Lapar.com
Kurma

REPUBLIKA.CO.ID, RABAT -- Kelompok aktivis Maroko menyerukan keberatan mereka atas masuknya kurma asal Israel ke pasar lokal. Mereka menilai, langkah impor kurma dari Israel ini merupakan salah satu upaya normalisasi hubungan diplomatik antara kedua negara.

Terungkapnya kurma impor asal Israel itu berawal dari kemasan yang beralamatkan produsen asal luar negeri. Ketika dicek melalui nomor telepon yang tertera, ternyata pabrik kurma tersebut berlokasi di Israel.

Aktivis hak asasi manusia Maroko, Khaled al-Soufiyani, mengatakan, kebijakan mengizinkan kurma Israel dijual di pasar lokal adalah sebuah langkah yang sensitif. Menurut dia, membeli dan memakan kurma Israel, terutama di bulan Ramadhan, berarti mengerdilkan perjuangan rakyat Palestina dan pembiaran setiap darah yang tumpah dalam kesia-siaan. 

"Membeli dan mengonsumsi kurma-kurma itu adalah penghinaan terhadap perasaan rakyat Maroko yang sebagian besar menolak normalisasi dengan Israel. Impor itu juga berarti dukungan terhadap penjajahan Israel di Palestina," kata dia seperti dikutip Alarabiya, Kamis (26/7).

Kurma asal Israel masuk ke Maroko melalui Eropa. Di pasaran, kurma Israel bersaing dengan kurma asal Tunisia, Aljazair, Uni Emirat, Iraq, dan Arab Saudi. Kurma Israel tersebut diimpor dengan dalih kurangnya stok dalam negeri di Maroko menyusul tingginya permintaan terhadap kurma di bulan Ramadhan. 

sumber : alarabiya

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement