Selasa 31 Jul 2012 22:49 WIB

Bom Mobil Irak, 14 Nyawa 'Melayang'

Bom Mobil di Damaskus
Foto: irib indonesia
Bom Mobil di Damaskus

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD - Bom mobil kembar di Baghdad menewaskan 12 orang dan melukai sedikitnya 27 lainnya pada Selasa (31/7), sementara serangan di barat ibu kota mengakibatkan dua orang pejabat meninggal, kata para pejabat keamanan dan medis.

Kekerasan terbaru itu menjadikan jumlah orang tewas dalam serangan di seluruh Irak pada Juli mencapai setidaknya 271, menurut hitungan AFP berdasarkan sumber keamanan dan medis.

Seorang pejabat kementerian dalam negeri mengatakan, ledakan kembar di daerah Karrada, Baghdad pusat, menewaskan 12 orang dan melukai 27 lainnya.

Pejabat itu mengatakan, serangan pertama oleh seorang pembom mobil bunuh diri yang meledakkan satu kendaraan di bagian belakang markas polisi kejahatan besar.

Seorang pejabat medis menyebutkan korban 19 orang tewas, termasuk lima polisi, dan 50 lainnya terluka, di antaranya 10 polisi. Ledakan itu terdengar hingga sekitar satu kilometer (setengah mil) jauhnya.

Salah satu ledakan menghancurkan seluruh bagian depan dari satu bangunan dan sejumlah mobil, menghancurkan jendela toko dan puing-puing berserakan di seberang jalan. Kendaraan-kendaraan darurat dan pasukan keamanan dengan cepat turun ke tempat kejadian ledakan itu.

Secara terpisah, dua orang tewas dan tiga lainnya terluka oleh ledakan sebuah bom mobil di utara Fallujah, yang terletak di sebelah barat Baghdad, kata pejabat kepolisian di Anbar dan dokter Assem al-Hamdani dari rumah sakit Fallujah.

Serangan itu terjadi sehari setelah orang bersenjata menembak mati seorang presenter televisi dan melukai ibunya, istri serta bayi laki-laki yang baru berumur empat-bulan, kata kelompok hak hak media Observatorium Kebebasan Jusnalistik dan seorang polisi.

Irak selama ini berada di peringkat dekat bagian bawah kebebasan pers global. Irak kini berada di tempat 152 dari 179 negara menurut catatan pengawas hak media Reporters Tanpa Batas 2011-2012, berdasarkan Indeks Kebebasan Pers Dunia, turun 22 dari tahun sebelumnya.

Irak terlihat lonjakan kerusuhan pada Juni, ketika sedikitnya 282 orang tewas di negara itu, menurut hitungan AFP. Kekerasan telah menurun tajam dari puncaknya pada tahun 2006 dan 2007, namun serangan-serangan masih sering terjadi.

sumber : Antara/AFP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement