REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Gerilyawan yang berusaha menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk pertama kali telah memperoleh sedikit pasokan rudal. Demikian laporan berita yang tak dibantah oleh seorang pejabat Barat.
NBC News, Selasa malam (31/7), melaporkan anggota Tentara Pembebasan Suriah telah memperoleh hampir dua lusin senjata. Amunisi tersebut dikirim kepada mereka melalui tetangga Suriah, Turki, yang telah menuntut Bashar mundur.
Amerika Serikat menyatakan menentang tindakan mempersenjatai gerilyawan Suriah. AS tak bertanggung jawab atas pengiriman rudal tersebut.
Namun, beberapa sumber pemerintah AS telah mengatakan pemerintah Arab telah mendesak pengiriman rudal semacam itu. Rudal yang dikenal dengan nama MANPADs (man-portable air-defense systems) diminta dipasok kepada gerilyawan.
Sejumlah negara Arab seperti Arab Saudi dan Qatar berusaha menggulingkan pemerintahan Bashar Al Assad. Dalam beberapa hari belakangan, operasi udara tentara Suriah terhadap gerilyawan semakin ditingkatkan di sekitar kota Aleppo yang sedang diperebutkan. Karena itu, gerilyawan makin memerlukan MANPADs guna meladeni serangan udara tentara Suriah.