Rabu 01 Aug 2012 21:35 WIB

Miring, Colosseum Roma akan Dipugar

Colosseum Roma
Colosseum Roma

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Colosseum Roma boleh jadi sedikit miring, namun keutuhan bangunannya tidak berada dalam bahaya, kata pejabat. Pengelola Colosseum mengumumkan bahwa amfiteater kuno itu akan dipugar secara terpadu untuk pertama kali dalam 73 tahun belakangan.

Harian Italia melaporkan pada akhir pekan lalu bahwa ketinggian Colosseum itu, yang terkenal sebagai tempat pertempuran berdarah gladiator di masa Kekaisaran Romawi, 40 cm lebih rendah di sisi selatan daripada sisi utara. Harian itu mengisyaratkan bahwa Colosseum tersebut berada dalam bahaya.

Media Italia menggambarkan hal itu sebagai "dampak kemiringan Menara Pisa".

"Tidak ada masalah dengan stabilitasnya," kata arkeolog Roma Mariarosaria Barbera dalam sebuah konferensi pers.

"Kita berbicara mengenai sebuah bangunan yang pondasinya sedalam 13 meter. Konstruksi bangunan Romawi tidak hanya mampu bertahan selama berabad-abad namun mampu bertahan hingga ribuan tahun," katanya.

"Kami melakukan pemantauan namun tidak ada itu yang namanya efek Menara Pisa," kata Barbera saat mengumumkan proyek restorasi yang akan memakan dana sebesar 25 juta Euro. Proyek restorasi itu akan dimulai pada Desember tahun ini dan direncanakan berakhir pada 2015.

Proyek itu, yang telah ditunda selama tiga tahun karena masalah birokrasi, meliputi program pembersihan dan restorasi seluruh bagian Colosseum, yang dikenal oleh bangsa Romawi sebagai Flavian Amphitheatre itu.

Proyek itu akan dilakukan dalam beberapa tahap sehingga Colosseum yang setiap tahunnya dikunjungi oleh ratusan ribu orang itu akan tetap buka. Hanya sejumlah bagian yang tengah dibersihkan akan ditutup sementara.

"Monumen ini sangat besar oleh karena itu proyek tersebut tidak akan sangat mengganggu para pengunjung," kata Barbera.

Proyek itu juga akan melibatkan pembangunan area pengunjung di bawah tanah yang terletak di bawah serambi tambahan. Dengan pembangunan itu maka sejumlah area di dalam monumen, terutama yang saat ini digunakan untuk tempat pertemuan dan gerai tiket, dapat dikosongkan.

Secara keseluruhan setelah proyek restorasi, luas area dari Colosseum yang terbuka bagi para pengunjung akan bertambah 25 persen. Penambahan terutama pada jaringan lorong bawah tanah, tempat penyimpanan, dan kandang-kandang (yang dahulu diperuntukkan bagi binatang buas).

Saat ini para pengunjung tidak memperoleh akses pada sua pertiga dari ruang bawah tanah Colosseum.

Walikota Roma Gianni Alemanno mengatakan bahwa lalu lintas di sekitar Colosseum akan dialihkan setelah proyek restorasi selesai untuk mengurangi kerusakan akibat getaran. Dia mengatakan dalam konferensi pers itu bahwa proyek itu akan menjadi proyek restorasi terbesar dalam 73 tahun terakhir.

"Ada sejumlah proyek kecil namun tidak ada yang sebesar yang akan kami lakukan saat ini," kata Alemanno.

Proyek itu disponsori oleh Tod, perusahaan pembuat sepatu mewah dan barang-barang kulit.

Diego Della Valle, pimpinan Tod's mengatakan bahwa Colosseum itu harus dirawat karena "bangunan itu tidak hanya menjadi milik rakyat Italia namun milik seluruh dunia."

sumber : antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement