REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Kementerian Luar Negeri Suriah, Kamis, menuduh Turki memainkan peran utama dalam mendukung terorisme di Suriah. Kementerian menambahkan bahwa Amerika Serikat serta Prancis juga secara eksplisit mengumumkan dukungan mereka terhadap kelompok pemberontak bersenjata.
Mereka semua melakukan kejahatan terhadap rakyat Suriah. Dalam surat yang dikirim kepada PBB dan diterbitkan oleh media pemerintah, kementerian itu mengatakan bahwa pemerintah Turki memberikan dukungan kepada para pejuang bersenjata di Suriah melalui membuka perbatasannya dan bandara untuk para teroris Alqaidah serta kelompok lain bergabung bertarung di Suriah.
Kementerian luar negeri juga mengecam Amerika Serikat dan Prancis. Mereka mengatakan bahwa kedua negara telah mengumumkan untuk membiayai langsung kelompok-kelompok bersenjata di Suriah.
''AS dan Prancis juga melengkapi pemberontak Suriah dengan komunikasi yang berarti untuk melanjutkan tindakan kriminal mereka,'' kecam Kemenlu Suriah.
Pernyataan kementerian itu dilontarkan pada saat negara sedang menyaksikan meningkatnya pertempuran militer antara pemberontak bersenjata dan pasukan pemerintah di kota-kota utama seperti Damaskus dan Aleppo. Laporan-laporan terakhir telah mengungkapkan keberadaan pejuang Alqaidah dan kelompok-kelompok sejenis bergabung dalam pertempuran melawan pasukan pemerintah Suriah.