REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Presiden Majelis Umum PBB, Nassir Abdulaziz An-Nasser, Kamis (2/8), menyampaikan penyesalan atas pengunduran diri Kofi Annan dari posisinya sebagai utusan khusus gabungan PBB-Liga Arab untuk Suriah. Di dalam pernyataan yang disiarkan di Markas PBB oleh jurubicaranya, An-Nasser memuji upaya tak kenal lelah Annan selama lima bulan belakangan guna melaksanakan mandat Sidang Majelis Umum PBB.
An-Nasser mengatakan ia mengerti betapa berat tugas Annan. "Pengalaman, kebijakan dan kredibilitas Annan yang sudah diketahui di seluruh dunia adalah aset yang sangat berharga dalam misi sulit ini," kata An-Nasser.
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, pada Kamis mengumumkan pengunduran diri Annan. Annan secara bersamaan diangkat oleh PBB dan Liga Arab sebagai penengah untuk mencari penyelesaian damai bagi krisis berkepanjangan di Suriah.
Annan mengatakan dirinya tanpa tekanan internasional saat memutuskan mundur. Dia hanya menyatakan bahwa tak mungkin bagi dia dan siapa pun juga untuk bisa memaksa pemerintah Suriah dan oposisi Suriah melakukan tindakan yang diperlukan guna memulai proses politik.