REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, bersama Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, mengatakan mereka khawatir tentang kemungkinan serangan senjata kimia rezim Suriah terhadap oposisi.
Kedua pejabat membuat pernyataan saat konferensi pers tak lama setelah pertemuan mereka di Istanbul pada Sabtu waktu setempat. Hasil pertemuan mencatat bahwa kedua negara siap mengintensifkan koordinasi dan bekerja sama untuk skenario terburuk di Suriah.
"Kami memiliki keprihatinan serius tentang kemungkinan bahwa pasukan pemerintah Suriah bisa menggunakan senjata kimia," kata Davutoglu.
Amerika Serikat dan Turki akan membentuk kelompok kerja. Hal tersebut guna merespon krisis Suriah ketika situasinya semakin memburuk.
Kelompok kerja ini akan berkoordinasi di bidang militer dan intelijen serta membuat tanggapan politik untuk potensi kejatuhan dalam kasus serangan kimia. Serangan yang akan menghasilkan darurat medis dan kemungkinan peningkatan jumlah pengungsi yang melarikan diri Suriah.