REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Puluhan orang Suriah diculik dan toko-toko miliknya dirusak di Beirut pada Rabu. Sementara, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab meminta kepada warganya untuk meninggalkan Lebanon karena menghadapi ancaman.
Kekerasan meletus di jalan-jalan Beirut setelah laporan-laporan yang belum dikonfirmasi mengatakan beberapa peziarah Lebanon yang disandera di Suriah pada Mei lalu telah tewas. Para perusuh juga memotong jalan menuju bandara internasional Beirut. Mereka membakar ban.
Sedangkan, penerbangan Air France terpaksa mengalihkan kegiatan ke Amman karena merasa tidak aman.
''Salah satu penjarah di penghalang jalan mengeluarkan peringatan terhadap Qatar dan Saudi,'' kata seorang wartawan AFP.
Arab Saudi, yang menentang rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, mengatakan kepada warga negaranya untuk meninggalkan segera. Ini setelah ada "ancaman yang jelas terhadap mereka. Demikian kata Kantor Berita Nasional Lebanon.
Uni Emirat Arab mengeluarkan peringatan serupa. Menteri Luar Negeri Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahayan melayangkan peringatannya lewat twitter. "Sayangnya, situasi yang sangat berbahaya."