REPUBLIKA.CO.ID, AAZAZ -- Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Kamis mengumumkan berakhirnya misi pengamatnya di Suriah. Keputusan PBB itu diumumkan manakala masyarakat internasional terus menekan rezim Presiden Bashar al-Assad untuk mengakhiri 17 bulan perang saudara yang sekarang mengancam melebar ke Lebanon.
"Kondisi untuk meneruskan misi UNSMIS tak terpenuhi," kata Duta Besar Prancis untuk PBB, Gerard Araud, setelah sidang mengenai konflik Suriah.
Araud merujuk kepada misi tersebut yang mandatnya akan berakhir Ahad tengah malam. Negara-negara besar masih berbeda pendapat mengenai bagaimana mengakhiri pertempuran brutal di Suriah dan penarikan para pengamat. Hal ini menyusul gagalnya rencana perdamaian yang dibuat oleh mantan utusan perdamaian Kofi Annan.
Menyaksikan tanda-tanda kekerasan belum berhenti, Rusia bersama Cina telah memblok tiga resolusi PBB mengenai krisis itu. Rusia menyerukan negara-negara besar dunia untuk membuat seruan bersama kepada rezim dan pemberontak guna mengakhiri pertempuran.
Menteri Luar Negeri Cina, Yang Jiechi, juga mendesak utusan Suriah yang mengunjungi Beijing untuk melaksanakan gencatan senjata dan menerima mediasi internasional.