Jumat 17 Aug 2012 08:23 WIB

Cina Desak Pemerintah Suriah dan Oposisi Berunding

Gerilyawan Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) melepaskan tembakan ke tank pasukan Suriah saat pertempuran besar di pusat Aleppo, Suriah, pada Sabtu (11/8).
Foto: Reuters/Goran Tomasevic
Gerilyawan Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) melepaskan tembakan ke tank pasukan Suriah saat pertempuran besar di pusat Aleppo, Suriah, pada Sabtu (11/8).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Menteri luar negeri Cina, Yang Jiechi, mendesak utusan pemerintah Suriah yang berkunjung untuk memulai pembicaraan dengan oposisi. Tapi, Yang mengatakan Damaskus juga harus mengambil langkah memenuhi tuntutan rakyat untuk perubahan.

Yang mengatakan kepada Utusan Suriah, Bouthaina Shaaban, bahwa Cina juga sangat khawatir dengan situasi dalam negeri negara itu. Demikian kata kementerian itu dalam satu pernyataan di situsnya (www.mfa.gov.cn).

Sementara Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, telah mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari sejumlah negara Barat. Hillary mengadakan konferensi telepon selama lebih dari satu jam pada Senin (13/8) dengan Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague; Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius; Menteri Luar Negeri Jerman, Guido Westerwelle; dan Menteri Luar Negeri Turki, Ahmed Davutoglu.

''Mereka membahas mengenai masalah itu,'' kata Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland, dalam satu pernyataan. ''Mereka membahas dukungan bagi oposisi Suriah, masalah pengungsi dan persiapan bagi masa pasca-Bashar al-Assad.''

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement