REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Menteri luar negeri Cina, Yang Jiechi, mendesak utusan pemerintah Suriah yang berkunjung untuk memulai pembicaraan dengan oposisi. Tapi, Yang mengatakan Damaskus juga harus mengambil langkah memenuhi tuntutan rakyat untuk perubahan.
Yang mengatakan kepada Utusan Suriah, Bouthaina Shaaban, bahwa Cina juga sangat khawatir dengan situasi dalam negeri negara itu. Demikian kata kementerian itu dalam satu pernyataan di situsnya (www.mfa.gov.cn).
Sementara Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, telah mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari sejumlah negara Barat. Hillary mengadakan konferensi telepon selama lebih dari satu jam pada Senin (13/8) dengan Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague; Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius; Menteri Luar Negeri Jerman, Guido Westerwelle; dan Menteri Luar Negeri Turki, Ahmed Davutoglu.
''Mereka membahas mengenai masalah itu,'' kata Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland, dalam satu pernyataan. ''Mereka membahas dukungan bagi oposisi Suriah, masalah pengungsi dan persiapan bagi masa pasca-Bashar al-Assad.''