REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Menlu Suriah, Walid al-Moallem, mengatakan bahwa Amerika Serikat adalah pelopor dari konspirasi terhadap negaranya. Sementara Qatar, Arab Saudi dan Turki hanyalah alat.
Dalam wawancara dengan televisi pemerintah, Al Moallem mengatakan Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) bersekongkol untuk membekukan keanggotaan Suriah di OKI. Dia menambahkan mereka bertanggung jawab atas pertumpahan darah di Suriah.
Al-Moallem menganggap langkah terbaru OKI sebagai pelanggaran terhadap piagam organisasi itu. Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa OKI resmi membekukan keanggotaan Suriah. Keputusan itu diambil dalam Komunike Bersama dan Resolusi KTT Luar Biasa OKI ke-4 di Mekkah pada 14 hingga 15 Agustus 2012.
Amerika Serikat memuji negara-negara Muslim yang tergabung dalam OKI. Karena, mereka telah membekukan keanggotaan Suriah. Menurut Gedung Putih, langkah itu telah mengirimkan pesan tegas kepada pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.