Jumat 24 Aug 2012 17:35 WIB

Intervensi Asing Penyebab Perpecahan Palestina

Rep: Gita Amanda/ Red: Hafidz Muftisany
Palestina
Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Intervensi Asing di Palestina dianggap sebagai salah satu faktor penyubur perpecahan yang selama ini terjadi di wilayah tersebut. Pemberitaan media Asing terkait perpecahan Palestina menjadi beberapa faksi pun pun dinilai berlebihan.

Selama ini seperti di ketahui, di Palestina terdapat dua kubu besar yang kerap berseberangan. Faksi Fatah selama ini memegang pemerintahan di Tepi Barat, sementara oposisinya Hamas memegang kendali di Jalur Gaza. Berulang kali rencana rekonsiliasi antara kedua faksi terus digembar-gemborkan, meski belum jua menuai hasil.

Peneliti Khusus Permasalahan Palestina yang juga merupakan warga Palestina Shadi Rageb Abu Uwaimer, MA mengatakan, tak bisa dipungkiri mengenai terjadinya perbedaan pendapat yang menyebabkan perpecahan di Palestina.

Namun ia menegaskan, bukan perpecahan yang semestinya menjadi sorotan di sana. Akan tetapi menurutnya, penyebab dari perpecahan itulah yang harus dicermati. Ia mengatakan, sejauh ini kedua faksi tersebut telah memiliki itikad baik untuk melakukan rekonsiliasi demi persatuan Palestina.

Sayangnya, Uwaimer mengatakan campur tangan asing kerap menodai itikad baik tersebut. " Intervensi Asing menjadi duri, yang mengkondisikan adanya perpecahan di Palestina," ujar Uwaimer saat berkunjung ke kantor Harian Republika, Jumat (24/8).

Banyaknya campur tangan asing tersebutlah, yang menurut Uwaimer membuat proses persatuan bangsa di Palestina tak kunjung terwujud. Ia menambahkan, campur tangan tersebut utamanya dilakukan oleh Amerika Serikat.

Intervensi asing ini menurut Uwaimer membuat kelanggengan perpecahan di Palestina. Uwaimer mengatakan, masalah di Palestina bukan sekedar masalah pembebasan sebidang tanah. Namun menurutnya ini juga merupakan masalah umat. Sebab menurut dia, jika berbicara mengenai keberagaman sejak zaman dahulu keragaman telah ada di Palestina.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement