Rabu 29 Aug 2012 22:56 WIB

SBY Ber-Video Conference dengan UN HLP

Rep: Esthi Maharani/ Red: Dewi Mardiani
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Foto: Antara
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, selaku Co-Chair UN High-Level Panel of Eminent Persons on the Post-2015 Development Agenda (UN-HLP) melakukan Video Conference (VC) yang pertama dengan para Co-Chairs lainnya. Mereka adalah Perdana Menteri Inggris Raya, David Cameron, dan Presiden Liberia, Ellen Johson-Sirleaf. 

taf khusus presiden bidang hubungan internasional, Teuku Faizasyah, mengatakan kesempatan Video Conference ini difasilitasi oleh wakil dari Sekretaris Jenderal PBB/Deputi Sekjen PBB, Jan Eliasson. “Konferensi berlangsung serentak di empat tempat, yaitu Jakarta (Indonesia), Monrovia (Liberia), London (Inggris) dan New York (Amerika Serikat),” katanya, Rabu (29/8) malam.

Video Conference ini merupakan kesempatan pertama bagi para Co-Chairs untuk membahas pandangan masing-masing pemimpin terkait visi, agenda pembangunan pasca-2015, dan rencana kerja kegiatan HLP ke depan. Kesempatan pertama pemaparan diberikan Jan Eliasson kepada Presiden SBY. Kepala Negara, menyampaikan pentingnya upaya pengentasan kemiskinan dalam agenda pembangunan pasca-2015.

Dalam kesempatan itu pula, Presiden SBY menyampaikan agenda pembangunan pasca-2015 tidak cukup hanya untuk mengakhiri kemiskinan, tetapi juga harus menjamin terciptanya kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai tujuan ini, dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, berimbang, inklusif, dan berkelanjutan.

Disampaikan pula pentingnya upaya bersama untuk membangun kembali dan memperkuat global partnership and cooperation. Dalam hal ini, kata Teuku, setiap negara memiliki tanggung jawab bersama bagi tercapainya agenda pembangunan pasca-2015. Presiden RI juga menyampaikan kesediaan Indonesia untuk menjadi tuan rumah pertemuan panel untuk membahas agenda sosial dengan tema Poverty, Inequality and Social Justice pada Desember 2012.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement