REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dewan Keamanan PBB dijadwalkan membahas situasi kemanusiaan di Suriah pada Kamis. Sementara, makin banyak orang menyelamatkan diri dari kerusuhan akibat krisis politik yang sudah berlangsung 18 bulan tersebut.
Demikian kata Juru Bicara PBB, Farhan Haq, di markas PBB, New York, Rabu (29/8). "Pada Selasa sore, Dewan Keamanan direncanakan menyelenggarakan pertemuan tingkat menteri berkaitan dengan situasi kemanusiaan di Suriah," kata Haq dalam satu taklimat harian.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB, Jan Eliasson, dijadwalkan memberi penjelasan mengenai situasi kemanusiaan di Suriah. Komisaris Tinggi PBB Urusan Pengungsi, Antonio Guterres, juga akan memberi informasi kepada Dewan Keamanan PBB.
Lonjakan jumlah korban jiwa baru-baru ini telah menambah parah kondisi kemanusiaan di negeri itu. PBB menyatakan lebih dari 18.000 orang telah tewas akibat konflik berkepanjangan tersebut.
Sementara itu, makin banyak orang Suriah menyelamatkan diri ke negara tetangga seperti Turki, Jordania dan Lebanon. Jumlah pengungsi Suriah yang tiba di kamp Za'atri, Jordania, berlipat dalam satu pekan belakangan.
''Jumlah pengungsi yang lebih banyak lagi diperkirakan akan datang dalam bebeapa hari mendatang,'' kata Haq.