Jumat 31 Aug 2012 05:44 WIB

KTT Teheran, Bukti Kegagalan Ambisi AS-Israel

Bendera Iran
Bendera Iran

REPUBLIKA.CO.ID, Tekad Amerika Serikat dan Israel untuk memojokkan Republik Islam Iran sepertinya tak pernah berhasil. Momen penting KTT GNB ke 16 yang digelar di Teheran dijadikan kesempatan oleh Washington dan Tel Aviv untuk mencitrakan kepada dunia bahwa Teheran benar-benar terasing karena boikot yang mereka terapkan.

 

Le Figaro, cetakan Perancis menilai represi Amerika dan Israel mencegah kehadiran para pemimpin negara dan Ban Ki-moon untuk menghadiri KTT GNB Teheran sia-sia. "Kehadiran Ban ke Iran menunjukkan bahwa sanksi diplomatik terhadap Republik Islam Iran gagal," ungkap Le Figaro.

 

Laporan Le Figaro yang ditulis Isabelle Lasserre mengisyaratkan kehadiran Ban Ki-moon di KTT GNB ke 16 di Teheran yang digelar Kamis (30/8). Menurutnya, di pintu masuk gedung pertemuan dipajang mobil para ilmuwan nuklir Iran yang menjadi korban terorisme pada tahun 2010 dan foto-foto para syuhada ini pun menghiasi sepanjang jalan menuju gedung KTT.

 

Menurut wartawan Le Figaro, Gerakan Non Blok dibentuk oleh negara-negara yang menghendaki independensi serta tidak terikat dengan blok Timur atau Barat di Belgrade pada tahun 1961 di tengah-tengah perang dingin. Hingga saat ini GNB telah beranggotakan lebih dari 100 negara. Oleh karena itu, kehadiran sekjen PBB di KTT GNB sudah menjadi rutinitas.

 

Namun kali ini, kehadiran Ban Ki-moon di KTT GNB menuai kritik dari Amerika Serikat dan Israel. Oleh karena itu, kehadiran Ban di Teheran sekali lagi menunjukkan kegagalan diplomasi anti Iran. Amerika sebelumnya menyatakan bahwa kehadiran Ban di Teheran merupakan indikasi yang tidak baik, namun bagaimana pun, hal ini telah terjadi. Selain itu, seruan petinggi Rezim Zionis Israel untuk memblokade negeri yang menyebut Tel Aviv sebagai kanker juga tidak berhasil.

 

Wartawan Le Figaro ini menilai kehadiran berbagai pemimpin negara termasuk Presiden Mesir, Muhammad Mursi dan Perdana Menteri India, Manmohan Singh membuka kesempatan bagi Teheran untuk menunjukkan Iran yang kokoh.

 

Di laporan yang ditulis Lasserre ini disebutkan, Gerakan Non Blok yang akan dipimpin Iran untuk tiga tahun kedepan merupakan kesempatan tepat bagi Teheran untuk berusaha menjadikan KTT Teheran sebagai pameran kekuatan terhadap kekuatan arogan dunia.

 

Le Figaro juga menyebutkan bahwa draf deklarasi final KTT GNB Teheran mengutuk sanksi ekonomi, represi politik dan langkah-langkah militer sepihak terhadap anggota GNB. Deklarasi ini juga menekankan pentingnya demokratisasi Dewan Keamanan PBB dengan mengurangi pengaruh kekuatan besar dunia. Draf ini juga menekankan hak legal setiap bangsa untuk memanfaatkan nuklir demi kepentingan damai.

sumber : IRIB/IRNA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement