Senin 03 Sep 2012 23:42 WIB

Clinton Desakan Solusi Laut Cina Selatan Tanpa Benturan

Menteri Luar Negeri AS, Hillary R Clinton, berbicara saat melakukan konfwrensi pers usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, di Jakarta, Senin (3/9) malam.
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Menteri Luar Negeri AS, Hillary R Clinton, berbicara saat melakukan konfwrensi pers usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, di Jakarta, Senin (3/9) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, Seni n(3/9) kembali menyeru kepada Cina dan negara-negara Asia Tenggara untuk menghindari benturan dan tetap bekerja sama untuk mengelola sengketa di Laut Cina Selatan.

Clinton, dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri, Marty Natalegara di Jakarta, mengulang kembali pandangan bahwa Amerika Serikat memiliki 'tujuan nasional' untuk memastikan perdamaian dan stabilitas di kawasan yang kini mengalami ketegangan sengketa wilayah Laut Cina Selatan.

"Kami meyakini bangsa-bangsa di kawasan ini mesti bekerja dan berkolaborasi bersama untuk menyelesaikan sengketa tanpa gesekan, tanpa intimidasi, tanpa ancaman dan pastinya tanpa penggunaan kekuatan bersenjata," ujar Clinton.

Clinton yang akan bertolak ke Beijing pada Selasa, mendesak 10 negara Asia Tenggara dan Cina untuk membuat 'kemajuan berarti' ke arah persetujuan bersama dan menyuarakan harapan bahwa mereka akan membuka jalan sebelum KTT ASEAN di Kamboja pada November nanti.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement