Rabu 12 Sep 2012 06:39 WIB

Diserang Bom Molotov, Seorang Polisi Kritis

Kaum syiah Bahrain menggelar aksi demonstrasi menentang Arab Saudi yang ikut campur dalam urusan negara mereka.
Foto: AP/Hasan Jamali
Kaum syiah Bahrain menggelar aksi demonstrasi menentang Arab Saudi yang ikut campur dalam urusan negara mereka.

REPUBLIKA.CO.ID,  DUBAI -- Seorang polisi Bahrain kritis setelah dihantam serangan bom bensin oleh penyerang tak dikenal di satu desa Syiah, kata pernyataan polisi.

Polisi tersebut menderita luka-luka ketika patrolinya diserang pada Senin malam di dekat pintu masuk ke desa Al-Dair, di Muharraq, timurlaut Manama, kata pernyataan itu.

Sekelompok gerilyawan lokal menggunakan bom molotov dan batang besi menyerang Jeep polisi yang telah dikerahkan untuk memberikan keamanan di daerah tersebut, katanya.

Pernyataan menambahkan bahwa petugas polisi tersebut dilarikan ke rumah sakit di mana ia masih dalam "kondisi kritis."

Pihak oposisi Syiah Al-Wefaq pada Selasa mengatakan bahwa polisi menyerang satu fasilitas komunitas agama di Al-Dair dengan gas air mata, menyebabkan kesulitan bernapas terutama pada "kaum wanita dan anak-anak yang berada di dalam."

Dikatakan bahwa polisi membubarkan protes secara paksa di Al-Dair, selain juga demonstrasi di desa-desa lainnya.

Kerajaan yang diperintah Sunni itu terus saja mengalami demonstrasi sporadis yang dipimpin kaum Syiah, terutama di luar ibu kota, sejak gerakan protes tersebut ditumpas dalam satu penumpasan berdarah pada Maret tahun lalu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement