REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS - Pemerintah Suriah, Ahad (16/9), kembali menuduh Turki mendukung kelompok bersenjata termasuk petempur Alqaidah. Turki dituduh memfasilitasi jalur mereka memasuki Suriah.
"Sungguh disayangkan bahwa pemerintah Turki telah lama berpura-pura memerangi terorisme. Sementara pada saat yang sama, mereka mendukung anasir teror bersenjata dan membuka perbatasannya serta bandar udaranya bagi anasir itu untuk melancarkan aksi teror terhadap rakyat Suriah," kata Kementerian Luar Negeri di Damaskus, Ahad, dalam surat yang dikirim kepada pejabat PBB.
Seperti dikabarkan kantor berita SANA, Suriah menuding Turki telah mengizinkan ribuan pembunuh dan pelaku teror dari Alqaidah dan kelompok lain memasuki Suriah guna menyebar kekacauan dan pengrusakan. Turki tidak puas hanya dengan menampung organisasi anti-Suriah. Tapi, mereka bahkan mendirikan kamp pelatihan buat pelaku teror itu.
Di dalam surat tersebut, kementerian mengutip apa yang digambarkannya sebagai laporan media internasional yang menggambarkan Turki telah menerima berton-ton senjata dari Libya dan tempat lain. Peralatan tersebut akan dikirim kepada petempur Alqaidah dan gerilyawan lain yang sudah beroperasi di Suriah.
''Tindakan semacam itu adalah pembangkangan nyata terhadap resolusi PBB,'' sebutnya.
Kementerian tersebut menyeru Dewan Keamanan PBB agar segera menyelidiki informasi berbahaya itu. Informasi yang sudah bukan rahasia lagi dan disiarkan oleh banyak media luar negeri serta internasional.