Selasa 25 Sep 2012 08:29 WIB

Ahmadinejad: Israel akan Dipinggirkan

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.
Foto: AP
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan Israel tidak memiliki akar di Timur Tengah dan akan "dipinggirkan". Hal ini diungkapkannya Senin (24/9), mengabaikan peringatan Sekjen PBB untuk menghindari pernyataan provokatif jelang Sidang Majelis Umum PBB. 

"Iran sudah ada sejak tujuh, 10 ribu tahun. Mereka (Israel) telah menduduki wilayahnya untuk 60 hingga 70 tahun, dengan bantuan dan kekuatan pihak Barat. Mereka tidak memiliki akar dalam sejarah," kata Ahmadinejad seperti dilansir Reuters, merujuk pada berdirinya Negara Israel pada 1948. 

Ahmadinejad pada wartawan di New York juga mengatakan kalau negara Yahudi tersebut saat ini sedang berada di ujung tanduk dan berusaha mencari cara baru untuk lolos dari jurang.

Dan terkait ancaman Israel untuk menyerang Iran, ia mengaku tidak menanggapinya secara serius. 

"Pada dasarnya kami tak menanggapi secara serius ancaman Zionis ... kami memiliki semua cara pertahanan diri dan kami siap mempertahankan diri kami," kata Ahmadinejad. "Meskipun kami sepenuhnya siap mempertahankan diri kami, kami tak menanggapi ancaman semacam itu secara serius.''

“Kami tidak menghitung mereka setara dengan Iran. Selama fase sejarah, mereka (Israel) menunjukan gangguan kecil yang muncul dalam gambar dan kemudian akan dipinggirkan," ungkap Ahmadinejad dalam pernyataan lain.

Ahmadinejad dijadwalkan akan berbicara di Sidang Majelis PBB pada Rabu (26/9). 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement