REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Korea Utara menuding Amerika Serikat dan Korea Selatan sengaja berkoalisi dan menciptakan kerjasama militer untuk menginvansi mereka.
Korut berpendapat perjanjian pertahanan baru yang disekapati Seoul dan Washington pada akhir pekan lalu menjadi bukti kuat tuduhan Korut benar adanya.
Komisi Pertahanan Nasional Korut meyakini alih teknologi balistik Korsel akan menjadikan Semenanjung Korea sebagai arena perang bagi negara-negara di kawasan. "Tentara Korut merasakan rasa nyata dari (keinginan) untuk perang," dalam pernyataan tersebut, seperti dikuti AFP, Selasa (9/10).
Apalagi menurut mereka tidak kurang dari 28 ribu tentara AS sengaja disiagakan di Kawasan Samudra Pasifik untuk membantu Korsel dan sekutu lainnya.
Sebelumnya Korut menyatakan bakal memusnahkan daratan AS dari peta dunia jika membiarkan Korea Selatan memperluas jangkauan rudal balistiknya. (baca: Korut Ancam Musnahkan AS).