REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Para pembom bunuh diri menyerang kompleks keamanan di pinggiran Damaskus pada Senin malam. Aksi dalam gerakan terbaru pemberontakan terhadap satuan setia kepada Presiden Bashar al-Assad.
Al Nusra, kelompok garis keras Islam, mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kompleks intelijen Angkatan Udara di daerah pinggiran Harasta di ibu kota Suriah itu. Al Nusra mengatakan pejabat di kompleks itu memainkan peran penting dalam tindakan keras pemerintah terhadap pemberontakan 18 bulan tersebut.
Penduduk dan aktivis oposisi mengemukakan kepada Reuters bahwa serangan itu menimbulkan ledakan keras dan disusul baku tembak. Tayangan video buatan aktivis yang tidak dapat diverifikasi secara independen itu menunjukkan ledakan keras.
"Keputusan telah dibuat untuk menyerang kompleks Intelijen Angkatan Udara itu karena tempat tersebut adalah salah satu dari divisi-divisi keamanan paling terkenal dengan tindakan jahatnya. Satu pusat penindasan yang hanya diketahui Allah," kata pernyataan Al Nusra yang disiarkan di Facebook.