REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi, menilai keterlibatan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dalam konflik Turki dan Suriah justru akan memperkeruh suasana. Alih-alih memprakarsai perdamaian, NATO hanya akan memperpanas perselisihan.
"Tidak pantas bagi saya memberikan nasehat kepada aliansi Barat. Hanya saja, NATO tidak akan membiarkan kesalahan dan justru memperburuk situasi," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Teheran Times, Selasa (9/10) waktu setempat.
Ali mengatakan reaksi Barat saat ini seperti halnya sikap terhadap Libya tahun 2011 lalu. Barat telah melanggar hak kedaulatan dengan mengganggu masalah internal negara.
"Jika seperti ini, sama halnya reaksi Barat yang salah di Libya 2011 lalu. Mereka mengintervensi internal negara yang sudah berdaulat," tuturnya.