REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Pemerintah Suriah menolak seruan PBB terkait gencatan senjata sepihak. Rezim Presiden Bashar Al Assad menyatakan pasukan pemberontak harus menghentikan kerusuhan lebih dulu.
"Kami mengatakan pada Ban Ki Moon (Sekjen PBB) untuk mengirim utusan kepada negara-negara yang punya pengaruh ke pasukan pemberontak agar mereka mau mengakhiri kerusuhan yang terjadi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah, Jihad Makdissi, seperti dilansir Press TV, Kamis (11/10).
Ia menambahkan, sejauh ini Damaskus telah dua kali melakukan gencatan senjata. Keduanya dilakukan ketika PBB mengerahkan misi observasi militer pada April dan akhir Agustus lalu.
"Namun, pemberontak menyalahgunakan kesempatan tersebut untuk memperluas pengerahan pasukan bersenjatanya dan meningkatkan aktivitas terorisme," ujarnya.
Awal pekan ini, Ban Ki Moon mendesak pemerintah Suriah mengumumkan gencatan senjata untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 19 bulan. Ban juga mendesak pihak pemberontak menerima gencatan senjata tersebut.