REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Satu ledakan bom yang kuat menghantam sebuah minibus yang membawa para tamu ke satu pesta perkawinan di Afghanistan, Jumat. Serangan bom menewaskan setidaknya 15 orang dan melukai 18 orang lainnya.
Sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak. Serangan terjadi di distrik Dawlat Abad, Provinsi Balkh, sekitar 40 km dari ibu kota Mazar-i-Sharif.
"Semua korban adalah warga sipil," kata juru bicara Kepolisian Balkh, Shir Jan Durrani, kepada AFP.
Belum ada yang mengaku bertanggung jawab. Tetapi, serangan-serangan serupa itu biasanya dituduhkan kepada gerilyawan Taliban. Gerilyawan yang berperang menggulingkan pemerintah Presiden Hamid Karzai dukungan Barat.
Serangan-serangan Taliban cenderung dipusatkan di selatan dan timur negara itu. Provinsi Balkh dilanda kegiatan Taliban yang meningkat dalam tahun-tahun belakangan ini. Kendatipun, sebanyak 100.000 personel militer NATO hadir di negara itu.