REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Dua warga negara Malaysia ditangkap di Lebanon, Ahad (28/10). Mereka diduga memiliki hubungan erat dengan kelompok Alqaidah.
Menurut surat kabar lokal, kedua warga Malaysia tersebut diduga mencoba memasuki Suriah untuk bergabung dengan kelompok oposisi melawan rezim Presiden Bashar Al-Assad. Kelompok Alqaidah sangat mengambil peran dalam penggulingan rezim Assad yang telah berlangsung selama 18 bulan tersebut.
Pihak Pengadilan Lebanon di Beirut mengkonfirmasi kedua warga negara Malaysia tersebut saat ini telah ditahan. Mereka didakwa atas dugaan terorisme dan hubungan dengan kelompok Alqaidah.
Menteri Luar Negeri Malaysia, Anifah Aman, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, pihak pemerintah akan menemui keduanya dan memberikan layanan konsuler.
"Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang Lebanon. Kementerian Luar Negeri juga terus memonitor kasus ini," ujarnya.
Beberapa anggota Alqaidah dari beberapa negara memang dikabarkan bergabung dengan pihak oposisi Suriah yang juga menganut Syiah. Negara tetangga Suriah, seperti Yordania dan Lebanon pun memperketat perbatasan dengan mencegat masuknya Alqaidah ke Suriah.
Alqaidah dikabarkan ikut berperan dalam konflik Suriah yang telah menewaskan sedikitnya 30 ribu warga sipil. Bahkan mereka berhasil menguasai kawasan dekat kota besar Suriah, Aleppo.
Mereka juga membantu oposisi menguasai Kota Mareet Al-Numan, kota strategis yang menghubungkan kota Damaskus dan Aleppo. Melalui kota tersebut lah, militer Assad memasok kebutuhan tentara.